iNews Sampit – Prabowo menyoroti dinamika kritik terhadap aparat keamanan saat menyampaikan pidato di hadapan jajaran kepolisian. Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa pada masa lalu publik sering menuduh Tentara Nasional Indonesia sebagai pelanggar HAM. Kini, menurutnya, sorotan dan kritik tajam justru banyak mengarah kepada institusi kepolisian.
Ia menilai kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, Prabowo meminta aparat tetap tabah, profesional, dan tidak terpancing emosi. Ia menegaskan bahwa aparat harus fokus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai aturan hukum.
Baca Juga : Prabowo: Dulu TNI Dituduh Pelanggar HAM, Sekarang Polisi Jadi Sasaran Bulan-bulanan, yang Tabah
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak seluruh anggota kepolisian untuk memperkuat integritas dan meningkatkan pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata, transparansi, dan penegakan hukum yang adil.
Menurutnya, setiap institusi negara pasti menghadapi dinamika dan tantangan pada masanya. Ia mencontohkan bagaimana TNI pernah menjadi sasaran kritik keras, tetapi kemudian melakukan pembenahan internal dan reformasi. Hal serupa, kata dia, dapat dilakukan oleh kepolisian dengan memperkuat profesionalisme dan kedisiplinan.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mendukung upaya reformasi berkelanjutan di tubuh aparat penegak hukum. Ia mengingatkan bahwa tugas menjaga stabilitas nasional membutuhkan keteguhan mental dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Melalui pernyataan tersebut, Prabowo mengajak aparat tidak berkecil hati menghadapi kritik. Ia menilai kritik dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat institusi demi kepentingan bangsa dan negara.













