inews sampit —Sejumlah sekolah di Kotim menerapkan BDR untuk antisipasi demo KabupatenKotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, hari ini menerapkan kebijakanBelajar Dari Rumah (BDR)sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan akibat aksi pembekuan yang direncanakan berlangsung di pusat kota Sampit.

Baca Juga: Suasana antri yang tertib dan penuh harap mewarnai pembagian sembako murah di Pulang Pisau
“Kami memutuskan untuk sementara menerapkan sistem belajar dari rumah di beberapa sekolah, khususnya yang berada di sekitar titik aksi. Ini demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Drs. H. Muhammad Arsyad , dalam keterangannya.
Sekolah yang Terdampak Terutama di Wilayah Pusat Kota
Penerapan BDR dilakukan terutama untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang berlokasi di kawasan Jalan A. Yani, Jalan MT Haryono, dan Jalan HM Arsyad , yang diperkirakan menjadi pusat keramaian aksi.
Beberapa sekolah swasta juga mengikuti Arahan tersebut secara mandiri, sebagai langkah pencegahan jika terjadi kemacetan, penutupan jalan, atau situasi yang tidak kondusif bagi proses pembelajaran tatap muka.
“Kami sudah memberikan materi pembelajaran yang berani, dan guru-guru tetap melakukan pemantauan melalui grup WhatsApp kelas masing-masing,” ungkap salah satu kepala sekolah SMPN di Kecamatan Baamang.
Durasi BDR Sifatnya Sementara
Penerapan BDR ini bersifat sementara dan akan dievaluasi setiap hari tergantung perkembangan situasi di lapangan. Bila kondisinya dinilai kondusif, pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Pihak Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk memastikan keamanan di sekitar lingkungan sekolah yang tetap membuka layanan terbatas.
Polisi: Langkah Pencegahan yang Bijak
Kapolres Kotim, AKBP Sarpani , mendukung kebijakan BDR ini dan menyatakan bahwa langkah tersebut membantu mengurangi potensi risiko terhadap pelajar di tengah situasi yang belum sepenuhnya dapat diprediksi.
“Kami fokus menjaga ketertiban saat unjuk rasa berlangsung. Langkah Dinas Pendidikan ini sangat bijak dan mempermudah pengamanan,” ujarnya.
Warga Diminta Tenang dan Tidak Terprovokasi
Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Warga juga diimbau menghindari rute-rute yang akan digunakan oleh peserta aksi demi keamanan bersama.
Dinas Pendidikan Kotim mengajak seluruh guru, orang tua, dan siswa untuk tetap aktif menjalankan proses belajar walau dilakukan dari rumah, sambil menunggu situasi di lapangan kembali kondusif.













