Inews Sampit – Di balik kepala singa yang bergerak lincah dan penuh warna, tersimpan semangat para Pemuda Kotim yang terus menjaga tradisi perayaan Imlek tetap hidup. Di Kotawaringin Timur, atraksi barongsai menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinanti menjelang Tahun Baru Imlek.

Latihan rutin dilakukan jauh hari sebelum perayaan. Para pemuda berlatih kekompakan, kekuatan fisik, serta ketepatan gerakan agar penampilan barongsai terlihat enerjik dan memukau. Meski mengenakan kostum berat dan bergerak dalam ruang terbatas, semangat mereka tidak pernah surut.
Baca Juga : Di Balik Kepala Singa, Semangat Pemuda Kotim Hidupkan Tradisi Imlek, Banjir Panggilan Menuju Tahun Baru
Menjelang perayaan, permintaan tampil meningkat drastis. Kelompok barongsai diundang ke berbagai lokasi, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah ibadah, hingga acara komunitas. Banjir panggilan ini menjadi bukti bahwa tradisi Imlek tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
Atraksi barongsai bukan sekadar hiburan. Bagi komunitas Tionghoa, pertunjukan ini sarat makna, melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan semangat baru menyambut tahun yang akan datang. Para pemuda merasa bangga dapat menjadi bagian dari pelestarian budaya tersebut.
Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan lintas generasi dan suku. Warga dari berbagai latar belakang turut menyaksikan pertunjukan dengan antusias, menciptakan suasana hangat dan penuh toleransi.
Dengan dedikasi dan kerja keras para pemuda, tradisi Imlek di Kotim terus hidup dan berkembang. Di balik kepala singa yang menari, tersimpan harapan akan persatuan, keberagaman, dan semangat baru menyongsong tahun yang lebih baik.













